Pakan Ikan Lele


Pakan alami lele adalah binatang-binatang renik yang hidup di lumpur dasar maupun di dalam air, antara lain cacing, jentik-jentik nyamuk, larva serangga, anak-anak siput, kutu air (zooplankton). Selain itu, lele juga dapat memakan kotoran atau bahan apa saja yang ada di air. Lele juga dapat bersifat buas bahkan kanibal, yaitu memakan sesama ikan yang ukurannya lebih kecilbahkan juga mau memakan anaknya sendirikalauterpaksa karena kekurangan pakan. Oleh karena itu, benih lele harus dipelihara terpisah dari lele yang ukurannya lebih besar.

Lele juga memakan berbagai bahan makanan berupa limbah per- tanian, limbah rumah tangga, maupun limbah industri bahan makanan, seperti sisa nasi, sisa lauk-pauk, limbah kotoran binatang ternak yang disembelih, ampas kelapa, atau ampas tahu. Di kampung, para petani memanfaatkan kotoran dari kandang terna( terutama kotoran ayam, sebagai pakan lele. Kotoran ternak itu lebih dahulu dibiarkan di tempat teduh agar di dalamnya ditumbuhi belatung atau ulat dari berbagai macam serangga lalu dionggokkan di beberapa tempat di dasar kolam lele sebagai pakan. Lele akan tumbuh pesat dengan diberi kotoran tersebut. Pakan buatan pabrik dalam bentuk pelet sebenarnya sangat digemari lele.

Namun, harga pelet relatif mahal sehingga penggunaannya harus diperhitungkan agar tidak rugi mengingat harga jual lele relatif murah. Walaupun lele dapat memakan segala macam makanan,tetapi karena pada dasarnya bersifat karnivora (pemakan daging) maka pertumbuhannya akan lebih pesat bila diberi pakan yang mengandung protein hewani daripada bila diberi pakan dari bahan nabati. Benih lele yang baru mulai dapat makan sebaiknya diberi pakan alami berupa "kutu air'i yaitu zooplankton (Daphnia, Moina). Kutu air ini dapat diperoleh dari para menjual pakan ikan. Kutu air banyak ditangkap dengan saringan halus (plankton net) dari perairan rawa atau danau yang banyak terdapat di daerah pinggiran kota. Kutu air dijual dalam keadaan hidup, dikemas kantung plastik. 

Kutu air itu juga dapat diproduksi dengan cara membudidayakannya di dalam kolam, bak, atau wadah lainnya. Bibit kutu air dimasukkan ke dalam bak berisi air tawar yang sebelumnya diberi pupuk kotoran ayam atau pupuk kandang ternak yang lain. Kutu air itu dapat berkembang biak di situ. Cacing juga dapat diberikan sebagai pakan lele. Cacing yang diberikan kepada lele ukuran benih yaitu cacing rambut (cacing sutera atau tubifex) yang dapat diperoleh di selokan-selokan atau dijual di toko ikan hias. Sementara pada masa pembesaran (ukuran lebih dari 20 g), lele diberi cacing tanah atau cacing kebun dan makanan tambahan berbentuk serbuk atau pelet yang telah ditumbuk.

0 komentar:

Post a Comment